Pengertian Al-Qur'an

Al-QUR’AN merupakan sumber penggalian dan pengembangan  ajaran Islam. Untuk melakukan penggalian dan pengembangan dipersyaratkan suatu  kualifikasi dan keyakinan kuat untuk menghasilkan pemahaman yang tepat mengenai perilaku kehidupan manusia, termasuk dalam bidang ekonomi. Pengembangan ilmu ekonomi Islam yang bersumber dari al-Qur’an mempunyai  peluang yang sama dengan pengembangan keilmuan lainnya. Sayang, ilmu ini dirasakan tertinggal, walaupun kebutuhan terhadap suatu sistem ekonomi baru yang lebih menjanjikan kesejahteraan dan kemaslahatan sudah sangat mendesak. Dengan demikian pengembangan ilmu ekonomi Islam menjadi sesuatu yang bersifat dharuriyah.

Sebagai sebuah metodologi, tafsir ekonomi al-Qur’an memberi peluang bagi pengembangan ilmu ekonomi Islam. Model ini mempunyai tahapan kerja sebagai berikut: pertama, menginventarisasi ayat-ayat yang terkait dengan permasalahan ekonomi yang akan dibahas, baik berdasar pada kata kunci maupun pada kandungan ayat secara umum maupun khusus. Kedua, menafsirkan ayat-ayat tersebut baik berdasar urutan ayat dalam mushaf atau berdasar urutan turunnya surat. Ketiga, model penafsiran yang digunakan adalah maodlui dengan corak adabi al-ijtima’i wal-iqtishadiyyah. Keempat, melakukan konstektualisasi dalam realitas perekonomian.

Tulisan ini akan membahas tentang aplikasi tafsir ekonomi dalam masalah produksi dan konsumsi. Pilihan atas masalah ini didasarkan pada kebutuhan terhadap suatu pola produksi dan konsumsi yang seimbang dalam tatanan perekonomian. Produksi dan konsumsi merupakan masalah problematis tetapi strategis dalam menentukan keseimbangan perekonomian. Jika pola konsumsi tinggi maka, otomatis membutuhkan produktivitas yang tinggi pula. Sebaliknya bila pola konsumsi rendah mengakibatkan lemahnya produksi dan distribusi, bahkan menurunkan kinerja dan roda perekonomian. Namun tingginya pola konsumsi dan produksi dapat menyebabkan ketidakseimbangan pasar, menimbulkan penyakit-penyakit ekonomi seperti inflasi, instabilitas harga di pasaran, penimbunan bahan kebutuhkan pokok dan lain-lain. Secara bertahap akan dibahas produksi dan kemudian konsumsi. Tahapan pembahasan ini tidak dimaksudkan sebagai urutan pola baku dalam perekonomian, karena pada dasarnya dalam ekonomi Islam, jumlah produksi tidak ditentukan semata-mata oleh ukuran kebutuhan pola konsumsi masyarakat, melainkan didasarkan pada kebutuhan terhadap kemaslahatan masyarakat.
Title : Pengertian Al-Qur'an
Description : Al-QUR’AN merupakan sumber penggalian dan pengembangan   ajaran Islam. Untuk melakukan penggalian dan pengembangan dipersyaratkan suatu   k...