Peran BUMN Dalam Perekonomian Indonesia


Peran BUMN, BUMS sepanjang Sejarah Perekonomian Indonesia :
Peran  sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi
Sampai awal tahun 1980-an BUMN memegang peranan penting. Sejak akhir tahun 1980-an BUMS yang pegang peranan penting. BUMN dan BUMS skala USB memiliki modal besar.

Peran sebagai Pencipta lapangan kerja
BUMS terutama yang berskala USM dan USK (UKM, UMKM) karena jumlhanya yang besar tersebar diseluruh Indonesia, bersifat padat karya.

Peran sebagai menjaga kelestarian alam/ lingkungan
BUMN, karena milik negara, kepanjangan tangan pemerintah sehingga bisa menjalankan semua kebijakan pemerintah sesuai UU lingkungan hidup.


Perbedaan Sifat BUMN, BUMS dan Koperasi

Perihal

BUMN
BUMS
Koperasi
a. Pendiriannya
Pemerintah + DPR dengan undang-undang
Pemilik modal swasta
Para anggota yang setuju
b. Modal
Dari negara
Dari pemilik modal perorangan
Dari simpanan para anggota
c. Daya Tahan
Tergantung keuangan negara
Tergantung perkembangan pasar
Partisipasi anggota dan kejujuran pengurus
d. Kecenderungan
Etatisme, sosialism
Individualisme, kapitalisme
Bersifat campuran/ kolektivisme + individualisme

Penyebab Inefisiensi pada BUMN
Bersumber pada dua elemen esensial pada BUMN 
-  Tujuan sosial (public) : cenderung banyak pengeluaran, mementingkan efektivitas
-   Tujuan bisnis (enterprise) : cednderung mengurangi pengukuran, mementingkan efisiensi
-   Sikap manajemen sering ragu-ragu tidak tegas karena dua ukuran tersebut sehingga efeknya inefisiensi

Bersumger dari sejarah pendiriannya :
-  BUMN adalah produk politik, didirikan oleh pemerintah bersama DPR dengan UU
- Operasi BUMN banyak melibatkan biorkasi dengan pemerintah maupun dengan DPR. Keputusan-keputusan manajemen selalu lambat dan bersifat kompromis, karena itu tidak efektif dan tidak efisien.

Alasan Pemerintah melepas saham BUMn (swastanisasi)
Alasan pemerintah melepas saham (swastanisasi) BUMN adalah :
a.Kesulitan mendapatkan dana untuk menutup defisit APBN
b.Untuk menarik investor domestik atau asing dalam kegiatan ekonomi di Indonesia.
c.Telah terikat pada kesepakatan (perjanjian) dengan IMF sewaktu Indonesia mendapat bantuan hutang.

dampak Positif dan negatif pelepasan sasham
Bagi Perusahaan
- Positif : mendapat tambahan modal, meningkatkan kinerja dan laba
- Negatif : pengendalian pemerintah berkurang/ hilang, campur tangan swsata / asing sangat kuat.

Bagi Perekonomian Indonesia
-   Positif : tambahan investasi, pertumbuhan ekonomi meningkat.
-   Negatif : sebagian / seluruh laba BUMn di transfer ke Luar Negeri, mengurangi cadangan devisa

Kriteria dalam melaksanakan privatisasi
  1. BUMN yang diprivatisasi sudah sehat
  2. BUMN yang diprivatisasi tidak menguasai selumber kebutuhan rakyat banyak
  3. Proses privatisasi transsparan, sesuai prosedur dan perundangan yang belraku
Title : Peran BUMN Dalam Perekonomian Indonesia
Description : Peran BUMN, BUMS sepanjang Sejarah Perekonomian Indonesia : Peran  sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Sampai awal tahun 1980-an BUMN...