Home » » Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan Bebas

Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan Bebas

Tujuan Bisnis
Bisnis didirikan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan oleh pemilik yang mencoba untuk memperoleh laba. 
Orang-orang yang menciptakan bisnis mungkin melihat suatu kesempatan untuk menghasilkan produk atau jasa yang belum ditawarkan oleh perusahaan lain. 
Atau mereka mungkin yakin bahwa mereka dapat menghasilkan produk atau jasa yang dapat dijual dengan harga lebih rendah dari perusahaan yang ada saat ini.

MOTIF DAN FUNGSI DARI SUATU BISNIS
Bahan Kajian
Tujuan dari suatu bisnis 
Sumber daya yang digunakan untuk  menghasilkan produk atau jasa 
Pemangku kepentingan yang terlibat dalam suatu bisnis 
Lingkungan bisnis 
Jenis-jenis utama dari keputusan bisnis 
Globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas 

Tujuan Bisnis
Bisnis didirikan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan oleh pemilik yang mencoba untuk memperoleh laba. 
Orang-orang yang menciptakan bisnis mungkin melihat suatu kesempatan untuk menghasilkan produk atau jasa yang belum ditawarkan oleh perusahaan lain. 
Atau mereka mungkin yakin bahwa mereka dapat menghasilkan produk atau jasa yang dapat dijual dengan harga lebih rendah dari perusahaan yang ada saat ini.
Bisnis :
Usaha yang menyediakan produk atau jasa yang diinginkan oleh pelanggan.

Laba yang diperoleh dari suatu bisnis baru bergantung pada 3 (tiga) kondisi :
a) Harus ada permintaan akan jasa yang anda tawarkan.
b) Anda harus menarik pelanggan 
c) Untuk memperoleh laba yang tinggi anda harus menjaga agar beban anda tetap rendah 

Sumber Daya yang Digunakan
Untuk menghasilkan produk atau jasa, perusahaan bergantung pada faktor produksi antara lain :
Sumber daya alam 
Meliputi sumber daya apa pun yang dapat digunakan dalam bentuk alamiah, bisnis menggunakan tanah untuk mendirikan lokasi produksi atau menjual produk.
Sumber daya manusia 
Manusia yang mampu melakukan pekerjaan bagi   suatu bisnis. Bisnis menggunakan sumber daya manusia untuk melakukan proses produksi dan membuat keputusan bisnis lainnya.
Modal
Meliputi mesin, peralatan, perlengkapan, dan fasilitas fisik. Fasilitas fisik biasanya diperlukan untuk menghasilkan banyak jasa maupun produk.
Kewiraswastaan 
Penciptaan ide-ide bisnis dan kemauan untuk mengambil resiko, tindakan penciptaan, pengaturan, dan pengelolaan suatu bisnis. 

Pemangku Kepentingan Bisnis

Pemangku kepentingan atau orang-orang yang memiliki kepentingan dalam bisnis tersebut. Lima jenis pemangku kepentingan yang terlibat dalam suatu suatu bisnis : 
Pemilik 
Setiap bisnis dimulai sebagai hasil dari suatu ide mengenai produk atau jasa oleh satu atau lebih usahawan. Pemilik berinvestasi dalam perusahan.
Kreditor 
Perusahaan biasanya membutuhkan dukungan keuangan melampaui apa yang disediakan oleh pemiliknya. Lembaga keuangan atau individu yang menyediakan pinjaman.
Karyawan 
Perusahaan memperkerjakan karyawan untuk melaksanakan operasi bisnis secara efisien guna memuaskan pemilik. Karyawan yang bertanggung jawab untuk mengelola penugasan kerja dari karyawan lain dan membuat keputusan bisnis penting disebut manajer.

Pemasok 
Perusahaan pada umumnya menggunakan bahan baku guna menghasilkan produknya. Pemasok menyediakan bahan baku yang dibutuhkan perusahaan untuk menghasilkan produknya.

Pelanggan 
Perusahaan tidak dapat bertahan hidup tanpa pelanggan, untuk menarik suatu pelanggan maka perusahaan harus mempunyai kualitas yang memadai sehingga pelanggan puas.

Lingkungan Bisnis

Keberhasilan suatu bisnis pada umumnya bergantung pada lingkungan bisnis. Lingkungan bisnis dapat dibagi menjadi bagian-bagian berikut:
Lingkungan sosial 
Yang meliputi demografi dan prefensi pelanggan, mencerminkan tendensi sosial terhadap mana suatu bisnis terekspos. Demografis atau karakteristik dari populasi, berubah sejalan waktu 
Lingkungan Industri 
Kondisi di setiap industri bervariasi sesuai dengan permintaan dan persaingan. Perusahan memperoleh manfaat karena berada disuatu industri yang mengalami permintaan pelanggan yang tinggi akan produknya.
Lingkungan Ekonomi 
Ketika perekonomian kuat, tingkat lapangan kerja tinggi, dan kompensasi yang dibayarkan kepada karyawan juga tinggi. Jika perekonomian lemah, perusahaan cenderung memberhentikan sebagian karyawannya dan tidak mampu membayarkan upah yang tinggi.
Lingkungan Global
Beberapa perusahaan mengandalkan negara lain untuk sebagian pasokannya atau menjual produknya di berbagai negara 

Keputusan Bisnis

Jenis-jenis utama dari keputusan yang terlibat dalam menjalankan bisnis dapat diklasifikasikan sebagai :
Manajemen 
Bagaimana karyawan dan sumber daya lain digunakan oleh perusahaan.
Pemasaran 
Bagaimana produk atau jasa dikembangkan, ditetapkan harganya, didistribusikan, dan dipromosikan ke pelanggan 
Keuangan 
Bagaimana perusahaan memperoleh dan menggunakan dana bagi operasi bisnisnya 

Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan Bebas
Motif dari perusahaan-perusahaan AS untuk terlibat dalam bisnis internasional 
Bagaimana Perusahaan menjalankan bisnis Internasional 
Hambatan terhadap bisnis Internasional yang telah berkurang dan hambatan yang masih ada 
Karakteristik negara  asing dapat mempengaruhi bisnis internasional suatu perusahaan 
Pergerakan nilai tukar dapat mempengaruhi kinerja perusahaan 

Alasan umum mengapa perusahaan-perusahaan AS terlibat dalam bisnis Internasional adalah untuk :
Menarik permintaan asing 
Memanfaatkan teknologi 
Menggunakan sumber daya yang murah, atau 
Melakukan diversifikasi secara internasional 

Dua alasan pertama mencerminkan pendapatan yang lebih tinggi, sementara alasan yang ketiga mencerminkan beban yang lebih rendah. Alasan keempat mencerminkan risiko yang lebih rendah dengan mengurangi eksposur oeh satu perekonomian saja. 

Metode-metode yang lebih umum untuk menjalankan bisnis internasional yang sebaiknya dipertimbangkan oleh perusahaan adalah :

Mengimpor 
Pembelian produk atau jasa asing, contoh : beberapa pelanggan AS membeli mobil, baju, kamera, dan produk-produk asing lainnya dari negara-negara asing. 

Mengekspor 
Penjualan produk atau jasa (disebut dengan ekspor) ke pembeli yang ada di negara lain. 

Investasi asing langsung 
Suatu cara untuk mengakuisisi atau membangun anak perusahaan di satu atau lebih negara asing 

Aliansi Strategis 
Suatu perjanjian bisnis antar perusahaan di mana sumber daya ditanggung bersama guna mengejar kepentingan bersama  

Jika hambatan terhadap bisnis Internasional telah berkurang sejalan dengan waktu, masih tetap  ada beberapa hambatan terhadap bisnis internasional. Beberapa pemerintah terus memberlakukan hambatan perdagangan guna melindungi perusahaan lokal atau untuk menghukum negara lain atas tindakannya. Hambatan tersebut dapat mencegah perusahaan untuk memasuki pasar asing atau membuat biaya untuk memasuki pasar asing menjadi lebih mahal. 
Ketika suatu perusahaan terlibat dalam bisnis internasional, maka perusahaan tersebut harus mempertimbangkan karakteristik berikut dari negara-negara asing : 

Budaya 
Karena budaya bervariasi, suatu perusahaan harus mempelajari budaya dari negara asing sebelum terlibat dalam bisnis disana. Keputusan yang buruk dapat diakibatkan oleh penilaian yang tidak semestinya atas selera, kebiasaan, dan adat istiadat suatu negara.

Sistem Ekonomi 
Suatu perusahaan harus menyadari jenis sistem ekonomi yang digunakan di negara mana pun di mana perusahaan mempertimbangkan untuk melakukan bisnis. 

Kondisi Ekonomi 
Untuk memprediksi permintaan akan produknya di negara asing, suatu perusahaan harus mencoba untuk meramalkan kondisi ekonomi di negara tersebut. Kinerja keseluruhan dari perusahaan tersebut bergantung pada pertumbuhan ekonomi dari negara asing itu dan pada sensitivitas perusahaan terhadap kondisi di negara itu.

Nilai Tukar 
Negara-negara pada umumnya memiliki mata uangnya masing-masing. Amerika selatan menggunakan dolar, Inggris menggunakan Poundsterling, Kanada menggunakan dollar kanada, dan Jepang menggunakan Yen jepang. Fluktuasi nilai tukar juga dapat mempengaruhi harga aktual yang dibayarkan oleh pelanggan asing. 

Resiko Politik dan Undang-undang 
Resiko bahwa tindakan politik suatu negara dapat berdampak buruk bagi suatu bisnis. Krisis politik telah terjadi di banyak negara Eropa bagian timur, Amerika latin, dan Timur Tengah. Perusahaan-perusahaan harus tunduk pada kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah negara asing tersebut untuk menjalankan bisnisnya. 

Pergerakan nilai tukar dapat mempengaruhi perusahaan AS dalam berbagai cara, bergantung pada karakteristiknya. Para importir AS memperoleh keuntungan dari dolar yang kuat, sementara para eksportir AS memperoleh keuntungan dari dolar yang lemah tetapi dipengaruhi secara negatif oleh dolar yang kuat. Perusahaan AS yang bersaing dengan perusahaan asing yang mengekspor ke pasar AS dipengaruhi secara negatif oleh dolar yang kuat, karena produk yang diekspor oleh perusahaan asing tampak lebih murah bagi para pelanggan AS ketika dolar kuat. 

Popular Posts